BREAKING NEWS

Rabu, 28 September 2016

Menyambut Tahun Baru Islam 1438 H

Tidak terasa kita memasuki tahun baru Islam 1438 H yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2016. Berarti pula kita usianya berkurang dan kita sudah semakin dekat menunggu panggilan Tuhan Yang Maha Kuasa. Berarti pula kita harus lebih banyak beramal dan berbuat kebaikan untuk menghadapi ajal atau hidup sesudah mati yang disebut alam kubur. Alangkah ruginya mereka yang di saat kematian ternyata amal kebaikannya sedikit dibanding dosa-dosa yang diperbuatnya saat menjalani hidup di dunia.
Momentum tahun baru Islam menjadi sangat penting, karena saat itu Rasululllah mendapat keberhasilan di dalam dakwahnya menyiarkan agama Islam sampai ke Madinah diawali dengan pembangunan masjid Kuba di dekat kota Madinah. Umat Islam perlu merefleksikan peristiwa Rasulullah saw dalam bingkai perjuangan menegakkan kebenaran, menegakkan keadilan di tengah-tengah masyarakat yang kini semakin rapuh dan mulai ditinggalkan nilai-nilai kebenaran dan nilai-nilai keadilan. Mereka lebih menonjolkan kulit dari pada isi. Topeng-topeng berkeliaran melakukan propaganda palsu yang nihil dari nilai kebaikan, kebenaran dan keadilan. Kelihatannya mereka memperjuangkan Islam, tetapi sebenarnya mereka hanya memperjuangkan perutnya sendiri atau memperbesar kelompoknya sendiri yang semata-mata justru untuk menghancurkan nilai-nilai Islam di masyarakat.

Tahun Baru Islam jatuh di bulan Muharram, bulan dimana Allah melarang untuk melakukan peperangan atau permusuhan. Ini berarti bahwa tahun baru adalah tahun perdamaian. Umat Islam tidak boleh saling bermusuhan, saling bertengkar. Apalagi sama-sama umat Islam. Rasulullah tidak mengajarkan umat Islam bermusuhan dengan umat selain Islam, apalagi sesama umat Islam sendiri. Saat ini umat Islam sudah terpecah belah menjadi beberapa golongan yang rentan dengan pertengkaran dan permusuhan. Maka momen tahun baru perlu diaplikasikan kepada seluruh umat Islam untuk bersatu padu mengibarkan satu bendera bernama bendera Islam. Tanpa embel-embel lain seperti yang terjadi di zaman Rasulullah saw. Inilah PR yang mungkin tidak mudah untuk merealisasikannya, karena masing-masing bangga dengan golongannya masing-masing sebagaimana yang dilansir oleh Allah swt : dalam surat Al-Muminun ayat 53 “Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Wisata Rohani. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates