BREAKING NEWS

Senin, 23 Maret 2015

Prilaku Utama Muslim

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”
Manusia yang diciptakan Allah dalam kondisi lemah, mengharuskan ia selalu berlindung kepada-Nya dan senantiasa berdoa untuk keselamatannya dari segala tipu daya, rayuan dan godaan syaitan yang terkutuk yang dilaknat Allah sepanjang masa. Tetapi begitu Allah mengabulkan do’anya, manusia jadi lupa kepada-Nya dengan tidak bersyukur, malah angkuh dan sombong seperti perbuatan iblis itu sendiri tidak mau menghormati Adam. Berarti membaca ta’awudz harus sering dilakukan, apalagi jumlah pasukan iblis bertambah bermilyar-milyar setiap hari. Di samping itu manusia harus selalu waspada, tidak boleh lengah sedetikpun apalagi berjam-jam.
Sebab mereka sesuai janjinya dihadapan Allah (Al-A’raf 17) akan berusaha menyesatkan manusia dari berbagai arah tanpa menghenal waktu berhenti. Sementara manusia tidak pernah bosan untuk berhenti, beristirahat, berleha-leha, bermain-main, lalu bosan dengan ibadah, dengan membaca Alqur’an, dengan mengaji, dengan shalat jamaah, dll.



“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
Sesuatu yang bernilai kebaikan tetapi tidak didahului dengan menyebut nama Allah, akan terputus dari keberkahan dan kasih sayang. Ini kebaikan lo, bagaimana dengan kejahatan. Wah, ampun. Tidak bisa dibayangkan dampaknya. Maka hati-hatilah dengan kejahatan. Mengapa harus menyebut nama Allah untuk hal-hal kebaikan? Karena kebaikan datangnya dari Allah, manusia tahu kebaikan dari Allah. Allah memberitahu terus menerus soal kebaikan, kebenaran, kejujuran dan keadilan. Bahkan cara-caranya melakukan dan menegakkan juga diberitahu. Kurang apalagi kasih sayang Allah kepada manusia. Maka sebagai rasa terima kasih, manusia disuruh menyebut nama-Nya ketika berbuat kebaikan untuk kebaikan manusia juga, bukan untuk kebaikan Allah. Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Wisata Rohani. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates